Press "Enter" to skip to content

Ulah Oknum Wartawan Minta Tunjangan Hari Raya ( THR ) Dengan Menggunakan Media Lain Sangat Miris Dan Memalukan

CIANJUR | Tak terima nama media dimanfaatkan oknum wartawan, pimpinan redaksi beritasepekan.online yang juga  menjabat sebagai Ketua DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Cianjur, Jawabarat,  memberikan ultimatum agar yang bersangkutan menghentikan ulahnya tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui saluran telpon dan pesan singkat whatsapp, pimpinan redaksi beritasepekan.online Dede Rohman mengatakan, tidak akan segan – segan melaporkan ulah oknum wartawan yang mengaku sebagai Kabiro pada media online beritasepekan dengan tujuan memperkaya diri sendiri. Minggu (9/5/2021).

“Kami sedang kumpulkan bukti – bukti tambahan dari intansi yang pernah didatangi, selain dari bukti yang sudah ada yaitu surat edaran permintaan Tunjangan Hari Raya ( THR )”,ungkapnya.

Lebih lanjut Dede menyampaikan, terkait pencatutan nama beritasepekan sangat merugikan dan merusak nama baiknya, mengingat selama ini beritasepekan tidak pernah membuat surat edaran tersebut.

“Ini sudah masuk pada ranah pidana sebagai mana diatur Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana  (“KUHP”), yang menerangkan bahwa, barang siapa dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu, dengan tipu muslihat ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun”, ungkapnya.

Atau bisa saja kami gunakan pasal lain, lanjutnya, ini sudah masuk katagori pencemaran nama baik, perlu diketahui bahwa dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, pencemaran nama baik (penghinaan) diatur dan dirumuskan dalam Pasal 310 KUHP, menista dengan surat sebagai mana Pasal 310 ayat (2).

“perbuatan yang dilakukan “dengan sengaja” untuk melanggar kehormatan atau menyerang kehormatan atau nama baik orang lain, dengan demikian, unsur-unsur pencemaran nama baik atau penghinaan (menurut Pasal 310 KUHP) adalah dengan sengaja, menyerang kehormatan atau nama baik atau menuduh melakukan suatu perbuatan, menyiarkan tuduhan supaya diketahui umum”, ujarnya

Ia juga mengatakan, apabila unsur-unsur penghinaan atau pencemaran nama baik ini hanya diucapkan (menista dengan lisan), maka perbuatan itu tergolong dalam Pasal 310 ayat (1) KUHP, namun, apabila unsur-unsur tersebut dilakukan dengan surat atau gambar yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan (menista dengan surat), maka pelaku dapat dijerat atau terkena sanksi hukum Pasal 310 ayat (2) KUHP, Pungkasnya. (Red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *