Press "Enter" to skip to content

Kades Sukaluyu Larang Media Liput Aksi Massa: Tolonglah Ini Aib

Kepala Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur jawa Barat, H. Uher Suherman berupaya menekan awak media untuk tidak memberitakan aksi protes puluhan masyarakat ke kantor desa. Ia meminta agar kejadian tersebut tidak dipublikasikan kecuali jika insan pers tidak mau kenal lagi dengan dirinya.

Aksi protes masyarakat yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Sukaluyu dilatarbelakangi oleh kebijakan Kades Uher yang dinilai sepihak. Lantaran tidak ada keanggotaan Karang Taruna dalam struktur kepengurusan Satgas Covid-19 Desa Sukaluyu bahkan keputusan dibuat tanpa pemberitahuan, Kamis (06/05/21).

“Kita ini dilantik Kades April tahun lalu sebagai jajaran pengurus Satgas Covid-19 Desa Sukaluyu tapi bulan Februari tahun ini tidak lagi dimasukkan kepengurusan. Jelas kita kecewa karena tidak ada pemberitahuan sama sekali padahal kita sudah bekerja maksimal dalam upaya mencegah penularan virus corona ini, ” ujar Ketua Karang Taruna, H. Yuyun ditemui selepas aksi massa.

Ia mempertanyakan dibalik kebijakan yang dibuat oleh Kades lantaran seperti kacang lupa kulitnya. Perjuangan Lembaga Kemasyarakan Desa (LKD) seperti Karang Taruna ini dianggap sepele padahal sudah banyak yang diperbuat.

“Jadi siapapun akan timbul pertanyaan jika dihapuskan begitu saja keberadaan Karang Taruna ini dalam struktur yang baru. Salah kami apa sampai tidak dianggap sama sekali, padahal diakui sebagai LKD,” tandasnya.

Kades Sukaluyu, H. Uher Suherman menuding keberadaan Karang taruna sudah tidak efektif. Sehingga tidak diperlukan lagi dalam kepengurusan Satgas yang baru karena difokuskan untuk forum RT dan RW.

“Sekarang ini Karang Taruna tidak dimasukkan dalam pengurus Satgas yang baru karena sekarang fokus untuk RT dan RW. Cuma gak ngerti aja, Karang Taruna mah di bidang olahraga saja. Nanti aja tahun 2026 kalau pengen ngatur mah. Saya mah cuman sekali aja menjabat kades, ” kilahnya.

Kades juga mengaku tidak perlu ada pemberitahuan kepada Karang Taruna untuk pembentukan pengurus Satgas yang baru. Bahkan dengan sedikit memaksa meminta sejumlah insan pers untuk tidak menginformasikan kejadian tersebut karena dianggap sebagai hal yang memalukan.

” Tolong media bersikap dewasa, obyektif. Kita itu mitra dengan media massa. Ada hal-hal tidak baik agar jangan di share. Tolonglah ini aib, tutup masalah ini. Kecuali kalau awak media tidak mau kenal lagi dengan saya. Jadi tutup masalah ini. Malu dong sama pak Camat, ini mah kepentingan pribadi. Hanya kepentingan perut, ” dalihnya dengan nada meninggi. (Tim)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *