Press "Enter" to skip to content

Sepasang Kekasih Asal Medan Ditemukan Bersimbah Darah Dikamar Kosnya.

CIANJUR, liputan12.com – Dua sejoli asal medan ditemukan sudah tergeletak di dalam kamar kost kosan dengan bersimbah darah, di Kampung Rancagoong RT02 RW04 Desa Rancagoong Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur Jawa Barat,Minggu, (03/01/21) malam.

Ita Mirawati, Pemilik kosan mengatakan, kedua korban bertempat tinggal di wilayah kota medan dan korban mulai ngekos disini baru beberapa jam saja tepatnya malam minggu tadi.

“Yang kost disini hanya laki-lakinya saja kalau perempuannya saya tidak tahu yang jelas perempuannyapun masih sama-sama orang medan,” katanya.

Awalnya pemilik kosan menghubungi korban lewat whatsap untuk menanyakan administrasi kosan yang sebelumnya belum dibayar semua dan ternyata tidak aktif.

“Pas saya periksa ke kosannya lalu saya panggil tidak ada yang menjawab, tetapi sepatu nya ada dan saya penasaran ketika dilihat dari jendela korban sudah tergeletak dan berlumuran darah,”ungkapnya.

Salah satu korban seorang perempuan terlihat masih bernafas dan langsung dilarikan ke rumah sakit RSUD Cianjur dan untuk korban laki-laki sudah tak bernyawa.

Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Anton mengatakan pihaknya baru selesai olah TKP penemuan sepasang kekasih bersimbah darah di tempat kosan. Saat ini belum bisa memberikan keterangan lengkap karena masih dalam penyelidikan.

“Kami baru beres olah TKP dan evakuasi keduanya dibawa langsung ke RSUD Sayang Cianjur untuk dilakukan autopsi,” terang Anton pada wartawan.

Anton mengungkapkan, keduanya dikabarkan sepasang kekasih asal Medan berinisial KS (20) berjenis kelamin laki laki dan SN perempuan. Lelaki sudah tidak bernyawa, sedangkan SN (20) dalam keadaan kritis.

“Laki laki ditemukan dalam keadaan meninggal dan perempuan dalam kritis, saat ini masih dalam perawatan intensif di RSUD Sayang Cianjur,” jelasnya.

Anton menambahkan, sepasang kekasih ini baru satu hari tinggal di kosan tersebut, tapi pada pemilik kosan mengatakan hanya yang perempuan yang kos.

“Baru satu hari menempati kosan, keesokannya ditemukan bersimbah darah,” katanya.

Mengenai motifnya, Anton belum bisa mengatakan ini pembunuhuan atau ribut sepasang kekasih atau perampokan.

“Kita belum mengetahui motifnya, masih kita usut dan menggali informasi dari saksi kunci perempuan dan juga warga. Yang jelas, setiap perkembangan penyelidikan akan kita sampaikan,” tandasnya.

Laporan : Tomy

0Shares

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright@2020 liputan12.com