Press "Enter" to skip to content

LSM dan Media Center Bravo Komando Kecam Keras Tindakan Oknum Apdesi Sukabumi

Cianjur,liputan12.com,-Beredar Video berdurasi 26 detik tentang dugaan ujaran kebencian terhadap media dan LSM.
Dalam Video tersebut Oknum Para Kepala Desa yang tergabung dalam Apdesi (Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Sukabumi menyerukan melawan media dan LSM yang selalu mengobok ngobok Desa, Selasa (24/11/20).

Karena Pernyataan para Oknum Kepala Desa dalam Video tidak dijelaskan ditujukan kepada siapa dan tidak disebutkan oknum, akhirnya Video tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak di berbagai daerah.

Kecaman diantaranya datang dari Ketua Media Center Bravo Komando, Rikky Yusuf Ritonga, Riki menyebutkan sikap dan prilaku oknum Apdesi Kabupaten Sukabumi tersebut seolah anti kritisi, dan menganggap mereka lebih baik dari pada wartawan.

” Jika kades mengambil inisiatif deklarasi karena tidak suka dikritisi media malah jadi aneh dan cenderung anti kritik. Justru ini berakibat menjadi penghinaan terhadap profesi jurnalis karena dianggap bilang kerok dengan menyebut mengobok obok desa. Padahal bisa saja kesalahan ada pihak desa tapi melawan dengan cara yang salah berakibat parah bagi kadesnya sendiri. Sudah salah diulangi dengan kesalahan baru. Harusnya kan minta koreksi ke medianya jika merasa dirinya benar bukannya malah unjuk diri untuk memperlihatkan jika kades lebih baik daripada wartawan. Ada semacam kekonyolan yang diperlihatkan ke publik, harusnya hadir nya jurnalistik menjadi Oto kritik buat para kades.” Ujarnya.

Rikky juga menyebutkan, Bahwa setiap tindakan dan perbuatan Kepala Desa itu diatur dalam UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, jika mereka merasa paling benar, tentunya tidak harus alergi dengan kritik media.

“Setiap tindakan dan perbuatan para kepala desa diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa sehingga jika merasa dirinya benar kenapa harus alergi dengan kritik media. Komunikasi efektif bukan dengan cara gagah gagahan tapi buktikan komitmennya dalam memajukan pembangunan desa.” Imbuhnya.

Di waktu yang berbeda, Ketua Umum LSM Bravo Komando Bambang Adi S, juga menyayangkan dan mengecam keras tindakan Oknum Apdesi Kabupaten Sukabumi, dan meminta Aparat Penegak Hukum Segera memproses orang orang yang ada dalam Video tersebut.

” itu saya kira bukan bahasa seorang pemimpin, seolah tidak berpendidikan, apalagi tidak secara langsung menantang dan melawan LSM dan media tanpa ada bilang oknum berarti ke semua secara universal, mereka tidak bisa baca situasi negara dan di daerah sedang sibuk mengatasi covid 19 (corona) dan gejolak politik, ini kita katagorikan sebagai provokator harus di proses tindak tegas agar ada pembelajaran bagi yg lain agar tidak terulang kembali dan ada dampak yang buat gaduh terutama konrol sosial dan para awak media yang di lindungi oleh Undang undang, Kami menyarankan pada Aarat Penegak Hukum agar segera memproses oknum orang orang tersebut. Di khawatirkan apa bila tidak di tindak lanjuti pasti terjadi gejolak dan aksi besarbesaran pada rekan rekan LSM dan para awak media. ” Tegasnya.
Laporan : Andri S fokuspriangan.id

0Shares

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright@2020 liputan12.com