Press "Enter" to skip to content

IPAL bocor, Dua Warga Kampung di Cibeber Cianjur Keluhkan Bau Menyengat

CIANJUR- liputan12.com,-Warga Kampung Nyangkewok RT1/2, dan Kampung Parabon RT2/2, Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber mengeluhkan bau menyengat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau septic tank Buang Air Besar (BAB).

Informasi diterima, pembangunan IPAL yang dikeluhkan merupakan program air limbah kawasan Citarum Harum tahun anggaran (TA) 2019, di desa tersebut, dengan anggaran sekitar Rp600 juta melalui dana Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Amur (52) warga setempat membenarkan, bila musim hujan selalu tercium bau tak sedap. Itu sampai ke dalam rumah terasa, apalagi di luar.

“Kalau program bagus, tapi pengelolaan kurang dari pemerintah desa. Pasalnya, saat ini kondisi pondasi sudah rusak alias bocor,” akunya saat ditemui di lokasi, Rabu (11/11/2020).

Diketahui, warga menjadi korban dampak bau IPAL saat ini kurang pemeliharaan alias mangkrak, dekat lokasi rumah diantaranya masing-masing Amur (52), H. Jamhuri (60), Eros (50), Dadan (54), Mimin (55), Aan (37), dan warga lainnya dua kampung di desa tersebut.

Amur memaparkan, bukan hanya bau menyengat saja. Tapi, bila hujan ada beberapa rumah warga terendam banjir. Karena, air dari sungai naik.

“Kan, lokasi IPAL dekat rumah dan sungai. Jadi, mungkin sudah bocor sehingga limbahnya keluar,” ujarnya.

Terakhir, Amur menambahkan, intinya warga berharap ada perbaikan secepatnya. Jangan sampai bocor, istilahnya ada perawatan serius dari pihak desa, karena gak kuat bau IPAL tercium menyengat.

“Jadi, jangan dibiarkan terbengkalai atau mangkrak seperti ini tidak terurus,” tandasnya.

Sementara, ukuran IPAL kedalam sekitar tujuh meter, dan panjang dan lebar sekitar 10×4 meter. Kini, terbengkalai kurangnya pemeliharaan. Hingga dikeluhkan warga setempat.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Karangnunggal,
Muhammad Zamzam Mubarak mengatakan,
keluhan atau aspirasi disampaikan akan ditampung. Memang itu sebelumnya pernah terjadi bencana, tahun 2020 awal. Sehingga berimbas atau menyebabkan saluran lokasi IPAL dibangun rusak atau bocor.

“Bahkan sampai sekitar 116 KK dan 25 rumah warga rusak. Mugkin, dampak dari bencana sehingga bocor kini dikeluhkan warga,” katanya.

Lebih lanjut, Zamzam menjelaskan, itu program Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) atau Citarum Harum tahun 2019. Dan, anggaran mencapai sekitar Rp500 juta.

Ia menyambungkan, untuk solusi dan mengantisipasi sudah berbicara sama pihak perwakilan PUPR Kabupaten Cianjur, untuk penanganan awal mungkin hanya membuat benteng tembok, dan sudah dibangun habis Rp5 juta.

“Bila tidak ada bantuan dari dinas terkait, mungkin rencananya akan dibangun benteng memperbaiki yang rusak. Rencananya anggaran sudah disiapkan sekitar Rp10 hingga Rp15 juta,” terang Zamzam.

Laporan : Pendi infosembilan.com

0Shares

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright@2020 liputan12.com