Press "Enter" to skip to content

Korluh BPP Cibeber : Pupuk Bersubsidi Untuk Wilayah Kecamatan Cibeber Aman

CIANJUR,liputan12.com,-Kordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan Cibeber pastikan bahwa stock Pupuk Bersubsidi di Kios kios yang ditunjuk sebagai pengecer pupuk bersubsidi untuk para petani pemegang Kartu Tani telah sesuai kuota di E-RDKK dan dinyatakan aman.

Hal itu diungkapkannya pada acara pembinaan kelompok tani dan kios yang diselenggarakan di kantor BPP Cibeber, senin, (09/11/20)

Korluh BPP Cibeber Kusmana,S.P mengatakan stock pupuk bersubsidi di wilayah kecamatan Cibeber kuota untuk pupuk jenis urea yang dialokasikan 1.601 Ton baru terserap 1.146 Ton jadi masih ada sisa yang belum terserap 445 Ton cukup untuk bulan November dan Desember.

Kami pun mencoba untuk menemui pemilik salah satu kios pengecer pupuk bersubsidi yang melayani para petani pemegang Kartu Tani yang melayani empat desa di wilayah kecamatan Cibeber.

Pemilik Kios Ade Jaya 3, Indriyadi yang berlokasi di area pasar Cibeber, mengatakan pada bulan Oktober bulan lalu kiosnya telah menjual pupuk bersubsidi jenis Urea sebanyak 30 Ton, jenis NPK 35 Ton dan ZA 5 Ton, sedangkan untuk bulan November baru menjual pupuk bersubsidi jenis Urea 10 Ton dan jenis NPK 5 Ton.

” Jenis pupuk bersubsidi¬† ada lima jenis pak, yaitu SP 36,NPK Ponska,ZA,Urea dan pupuk organik,” jelas Indri

Kesulitan para petani yang tidak memiliki Kartu Tani dalam membeli pupuk, terdampak dari tingginya harga pupuk non subsidi, mendorong para petani untuk berusaha mendaftar diri langsung ke BPP Cibeber dan ada juga yang mendaftar ke ketua kelompok tani di desa masing masing, dengan harapan mendapatkan Kartu Tani agar bisa membeli pupuk bersubsidi.

Hal itu disambut baik Kusmana,” ada peningkatan jumlah petani yang mengajukan Kartu Tani dengan mendaftarkan diri di kelompok tani, ada juga yang langsung ke kantor BPP, ini menimbulkan kesadaran administratif para petani sehingga akan lebih membantu para petugas PPL dilapangan juga para ketua kelompok tani dalam pendataan para petani,dengan harapan semua petani penggarap mempunyai Kartu Tani,” ungkapnya.
Laporan: Tomi

0Shares

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright@2020 liputan12.com