Press "Enter" to skip to content

Jum’at Berbagi Yang Menginspirasi

Cianjur, liputan12 com – Jum’at Berbagi atau yang biasa mereka menyebutnya ‘Jumba’, kini kian menggeliat di Cianjur. Entah apa yang memotivasinya, yang jelas itu patut kita teladani.

Setelah melihat postingan-postingan di media sosial (medsos), terdiri dari berbagai basic perseorangan dan komunitas,  satu persatu mulai bermunculan dan saling merespon menitipkan sebagian hartanya untuk dibagikan kepada yang berhak di hari Jum’at.

Ya, memang ada kepuasan tersendiri bagi mereka yang sudah terbiasa melakukannya. Banyaknya pemulung, gelandangan dan pengemis di Cianjur ini, kerap kali menjadi targetnya, pasalnya dikehidupan mereka yang jauh dari kata cukup seolah memanggil hati para pemuda-pemuda ini untuk berbagi.

Ada yang menjadi sorotan kamera awak media di kegiatan Jum’at Barokah 30 Oktober 2020 Kemarin. Yakni adanya seorang artis pendatang baru di dunia tarik suara yaitu Non Syakila Azulfa, gadis kelahiran Cianjur 16 Maret 1999, asal Cianjur.

Ia menuturkan, bahwa dirinya termotivasi untuk berbagi saat melihat saudaranya ‘Bunda Hanny Azka’ yang terbiasa mengadakan bagi-bagi nasi bungkus kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

“Awal ketertarikan saya mengikuti kegiatan itu, karena melihat saudara saya suka bagi-bagi makanan di jalanan,” kata Syakila.

Setelah melihat langsung, lanjut Syakila, ternyata benar bahwa di jalanan Cianjur ini banyak yang harus dibantu.

“Penghasilan dari mulung itu berapa sih?, jangankan untuk memakmurkan keluarga buat biaya hidup sehari-hari pun itu kurang,” tuturnya.

Syakila juga mengucapkan terimakasih kepda ‘Bunda Hanny Azka’ yang telah memotivasi dan sekaligus mengingatkannya untuk peduli sesama.

“Selain itu juga saya berterimakasih kepada ‘Bunda Hanny Azka’, yang dengan sabar membimbing saya dalam mengawali karier sebagai penyanyi solo. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa saya lakukan di kota manapun yang saya singgahi nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, ibunda Non Syakila Azulfa, Hilda Handayani, ia mengatakan ada kebanggaan ketika melihat anaknya mau terjun langsung berbaur dan berbagi dengan sesama di jalanan kota Cianjur.

“Buat saya ini sebenarnya cambuk supaya tidak melupakan rasa syukur atas apa yang telah Alloh berikan,” ungkapnya.

Lanjut Hilda, kegiatan seperti ini dulu memang sering saya lakukan bersama teman sekolah SMA. Hanya saja di musim pandemi sekarang ini, kegiatan kita terputus.

“Artinya bukan terputus dikegiatan beramal ya, tetapi sekarang dilakukan setiap hari Jum’at dengan menyediakan makanan bagi jamaah yang pulang shalat Jum’at. Dan sampai saat ini pun kita masih menggalang dana/kolektif untuk berbagi,” tandasnya.

0Shares

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright@2020 liputan12.com