Press "Enter" to skip to content

Timkes BPBN Cianjur Kota Santuni Jompo Dan Anak Yatim

Cianjur, liputan12.com – Pembentukan karakter anak adalah bagaimana cara orangtuanya mendidik anaknya. Karena walau bagaimana pun juga, anak lebih banyak bersama orangtua daripada berada di sekolah.

Sebagaimana kita ketahui, ketika anak melakukan kesalahan secara otomatis orangtuanya akan terbawa-bawa. Nah, maka dari itu sebagai orangtua kita harus bisa mengajarkan/mendidik supaya anak kita memiliki akhlak yang baik.

Sebagai contoh kecilnya, upaya yang dilakukan Ketua BPBN Cianjur kota Cece Sutisna yang akrab disapa Doprit. Ia mengajarkan anaknya yang masih kecil untuk lebih peduli sesama, seperti ketika relawan timkes BPBN Cianjur kota mengadakan santunan kepada anak yatim dan jompo, anaknya yang bernama Putra (6) selalu dilibatkannya.

“Belum lama ini, tepatnya hari Minggu (25/10) kemarin, ada rekan saya di Kampung Nyanginuh RT. 04/09, Desa Ramasari, Haurwangi, Cianjur mengadakan resepsi pernikahan anaknya. Saat menghadiri undangan itu, saya bersama rekan-rekan BPBN lainnya mengajak Putra kesana,” kata Doprit Senin (26/10).

Saat menghadiri kondangan kemarin, lanjut Doprit, disana kita mengadakan santunan kepada puluhan jompo dan anak yatim piatu. Dan yang dikedepankannya adalah Putra.

“Saya sengaja mengajak Putra untuk melakukan kebaikan, selain menanamkan jiwa sosial yang tinggi dengan seperti itu sekaligus melatih mental anak untuk bersosialisi dan mengenal langsung bagaimana situasi dilapangan yang sebenarnya,” ujar Doprit.

Doprit menyambungkan, kegiatan serupa memang sudah bagian dari program relawan timkes BPBN Cianjur dalam membantu masyarakat. Tapi yang kita prioritaskan adalah anak yatim piatu dan jompo.

“Seperti kita ketahui, bahwa disekitar kita itu masih ada yang membutuhkan uluran tangan kita. Meski tak seperti yang diharapkan, tapi sekecil dan berupa apapun bantuan yang kita berikan itu akan sangat berharga baginya,” sambungnya.

Terakhir Doprit, menyampaikan, apa yang dilakukannya itu tidak ada maksud lain apalagi ria. Tapi hanya ingin mengingatkan anggotanya untuk membayar zakat penghasilan dan sisanya sodakoh, dengan cara sukarela mengumpulkan uang kas dari uang gajian untuk dibagikan kepada yang lebih berhak.

“Intinya saya ingin megajak masyarakat untuk lebih peduli sesama, dan memotivasi para orangtua dalam mengajarkan anaknya untuk selalu berbuat kebaikan,” tandasnya.

0Shares

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright@2020 liputan12.com