Press "Enter" to skip to content

Masyarakat Apresiasi Atas Sikap Netral DPC PWRI Cianjur

Cianjur,liputan12.com,-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, hanya tinggal menghitung hari. Yang mana untuk di Kabupaten Cianjur sendiri, ada empat pasangan calon Bupati dan wakil bupati.

Siapapun bebas menentukan pilihan untuk memimpin Cianjur 5 tahun kedepan. Dalam hal ini, masyarakat Cianjur tentunya harus bisa menilai siapa yang pantas dan layak dijadikan orang No.1 di Cianjur nanti.

Saat ditemui awak media, Kamis (22/10), Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Cianjur, Asep Ridwan, mengatakan bahwa DPC PWRI Kabupaten Cianjur tidak ikut berpolitik. Artinya setiap anggota bebas menentukan pilihannya masing-masing, hal itu dilakukan semata karena tidak ingin mengintervensi anggotanya.

“Setiap manusia pasti punya penilaian masing-masing terhadap orang lain. Nah, dalam hal ini saya selaku Ketua DPC PWRI Kabupaten Cianjur memberikan kebebasan kepada anggota saya dalam menentukan pilihannya,” kata Asep.

Selaku pembaca aktif berita media baik cetak maupun elektronik, menurut Ramdhan, sikap PWRI menunjukan kedewasaan dan kepekaan insan pers dalam sebuah pesta rakyat bernama Pilkada.

“Ketika insan pers tidak memihak, kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan meningkat”, jelasnya.

Hampir senada, ketika ditanya tanggapannya, Dede yang sedang ngopi bareng dengan teman kuliahnya berpendapat bahwa insan pers memang sudah seharusnya memiliki sikap yang netral dalam Pilkada. “Kalau pers memihak, maka masyarakat yang berseberangan dalam soal pilihan akan menjauh dan tidak mempercayainya”, tandasnya yang diamini oleh teman-temannya.

Berbeda dengan yang lainnya, sebagai seorang ibu muda yang suka mengisi waktu luangnya dengan membaca terutama berita infotainment, Ani tidak terlalu mempermasalahkan soal keberpihakan media terhadap salah satu pasangan calon. “Setiap orang punya pilihan, yang penting bisa mempertanggungjawabkan”, jelasnya.

Di tempat terpisah, ketika dihubungi awak media di Pendopo Rahayat Pakidulan soal sikap Ketua PWRI Cianjur mengenai Pilkada Cianjur saat ini, Kang Enen selaku masyarakat biasa yang senang dan mendukung gerakan serta budaya literasi memberikan apresiasi.

“Sebagai salah satu pilar demokrasi, sudah seharusnya PWRI sebagai organisasi berdiri netral. Kalau PWRI memihak, maka organisasi bersangkutan akan rusak dan kehilangan kepercayaan dari masyarakat”, jelasnya

Lebih lanjut dia mengatakan sebagai sebuah organisasi yang menaungi para jurnalis, pernyataan sikap Ketua PWRI justru makin menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap organisasi bersangkutan dan meletakannya pada tugas dan fungsi yang seharusnya sebagai pilar demokrasi yang paling sehat. Dia pun mengutip pernyataan Mahfud MD dalam salah satu acara pers.

“Saya katakan di antara empat pilar demokrasi di Indonesia yang paling sehat itu justru pers. Anda tahu itu legislatif, eksekutif, yudikatif itu di situ banyak terjadi permainan politik yang merusak. Karena permainan politik kemudian mengarahkan kepada korupsi, kolusi, itu banyak di legislatif, eksekutif, dan yudikatif,” ujar Mahfud MD saat acara Hari Pers Nasional, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (7/2/2020) dikutip dari beritasatu.com.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa insan pers seharusnya tahu dan paham betul kekuatan yang dimilikinya. Mereka mempunyai kekuatan yang bisa mempengaruhi kebijakan dan bahkan mampu menggentarkan orang yang dianggap paling kuat di dunia sekalipun.

“Seorang Napoleon Kaisar Perancis si Penakluk Eropa begitu sangat takutnya dengan media. Dia sampai mengatakan bahwa media yang memusuhi dirinya lebih ditakuti daripada ribuan bayonet”, jelasnya.

Selain itu, dirinya menjelaskan bahwa media merupakan sebuah kekuatan besar di dunia yang bisa menentukan nasib seseorang atau bahkan nasib sebuah komunitas, karena mereka mempunyai kekuatan mengontrol dan bahkan mengarahkan pikiran banyak orang, kemudian dia pun mengutip pernyataan dari tokoh pergerakan kulit hitam Amerika Serikat paling terkenal yaitu Malcolm X.

“The media’s the most powerful entity on earth. They have the power to make the innocent guilty and make the guilty innocent and that’s power, because they control the mind of the masses”.

Selain itu, dengan menggunakan propaganda media massa dan orang yang tepat di belakangnya, seorang Joseph Goebbels mampu menyihir masyarakat Jerman untuk mendukung mewujudkan cita-cita Adolf Hitler membangun the Third Reich.

“Lihatlah! Kekuatan media massa di bawah kontrol Joseph Goebbels mampu mewujudkan impian Hitler dan Nazi”, papar Kang Enen.

Di akhir obrolan kang Enen berharap para insan pers bisa menyadari kekuatan besar mereka dan menjaga marwah dan integritas diri dengan tidak melakukan keberpihakan demi keuntungan sesaat dan tidak seberapa.

“Catat! Atas sikapnya itu, Insya Allah PWRI ke depannya akan dihargai dan dihormati baik oleh pihak yang kalah maupun yang menang Pilkada Cianjur 2020”, tandasnya.(Red)

0Shares

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright@2020 liputan12.com