Press "Enter" to skip to content

Empat Kades Di Kecamatan Leles Dipanggil Bawaslu Kabupaten Cianjur

Cinajur, liputan.com – Empat Kepala Desa di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur.

Informasi dihimpun, pemanggilan dilakukan pada Jumat (16/10/2020) lalu. Mereka dimintai klarifikasi terkait dugaan pelanggaran Pilkada yang dilakukan salah seorang kepala desa berinisial AM.

“Dia adalah Kepala Desa Pusakasari, Kecamatan Leles, Cianjur. AM terbukti bersalah katena telah merekam video percakapan mendukung salah satu calon, kemudian video itu di sebar di media sosial di Facebook dan grup WhatsApp,” ujar Koordinator Divisi Penanganan dan Pelangga­ran Bawaslu Cianjur, Tatang Sumarna, Selasa (20/10) kemarin.

Menurut Tatang hal tersebut dinilai menguntungkan dan merugikan salah satu calon yang dimana AM merupakan seorang  kepala desa diwajibkan netral dalam setiap pemilihan. 

“Ketika guyonan itu di tranmisikan ke media sosial tentu ini akan berdampak menguntungkan dan merugikan bagi calon. Menguntungkan bagi calon yang kebetulan dalam video itu didukung dan merugikan untuk pasangan calon yang lain,” ucapnya. 

Untuk pelanggarannya sendiri, lanjut Tatang, AM melanggar pasal 71 ayat 1 UU No 10 tentang Pemilu tahun 2016 dengan ancaman minimal satu bulan penjara dan maksimal 6 bulan penjara. 

“Hari ini kami limpahkan berkasnya ke penyidik. Di panggilnya kapan dan di mana itu ranahnya penyidik,” katanya.

Laporan : Dhani/kontributor

0Shares

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright@2020 liputan12.com