Press "Enter" to skip to content

Wow, Dapur Echa Hadir Di Pujasera Ciranjang

Cianjur, liputan12.com – Wisata kuliner merupakan salahsatu tujuan individu-individu yang senang melakukan traveling. Selain menikmati suasana keindahan alam untuk menghilangkan kejenuhan, tentunya wisata kuliner juga menjadi satu objek primer bagi penikmatnya.

Tak hanya cukup sampai disitu saja, tempat-tempat (wisata) kuliner juga memberikan kelebihan bagi kaum muda-mudi dan ibu-ibu rumah tangga yang menginginkan suasana baru saat menikmati makan bersama keluarganya.

Untuk masyarakat Ciranjang dan sekitarnya, kini hadir Pujasera yang beralamat di Jalan Muhamad Ali, Kampung Sukasari, Desa Ciranjang, Ciranjang, Cianjur. Disana tersedia beraneka ragam jajanan/makanan-makanan milenial dan tradisional.

Belasan kios penjual jajanan dan makanan tersedia didalamnya. Dengan suasana yang bersahabat jauh dari keramaian hiruk pikuk suasana kota, menjanjikannya penuh keakraban.

Dengan penyajian yang tak kalah menarik, artinya siap bersaing di era milenial ini, tentunya harga-harganya pun mengerti dan paham kondisi masyarakat saat ini. Jadi jangan ragu untuk mengunjunginya.

Ada yang menarik diantara sekian banyak kios penjajak jajanan dan makanan di Pujasera itu, yakni Kios Dapur Echa. Di kios Dapur Echa menawarkan Nasi Tutug Oncom + ayam Kecombrang, Nasi biasa + ayam Kecombrang, Mie Gorowok, Otak-otak dan Bakso Bakar. Yang menjadi sorotan di Kios Dapur Echa adalah sambal honje (Kecombrang).

“Sehubungan dengan belum adanya yang jualan sambal Kecombrang di Ciranjang khususnya, jadi kenapa tidak saya tawarkan disini. Dan sebetulnya saya pun terinspirasi dari salah satu restoran di wilayah Sukabumi,” kata Lina Herlina owner Dapur Echa, saat ditemui di Pujasera Ciranjang, Rabu (21/10).

Disini saya juga menawarkan, lanjut Lina, Nasi Tutug Oncom, karena menurut saya sekarang jarang yang jualan Nasi Tutug Oncom.

“Ya, Nasi Tutug Oncom kan salahsatu makanan tradisional orang Sunda. Intinya saya pun ingin melestarikannya, jangan sampai makanan yang menjadi ciri khas orang Sunda itu hilang ditelan jaman,” ujar Lina yang saat ini menjabat sebagai marketting Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI).

Penasaran dengan jajan dan makanannya, jadikan Pujasera Ciranjang sebagai salah satu reperensi wisata kuliner anda bersama teman dan keluarga.

0Shares

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright@2020 liputan12.com