Press "Enter" to skip to content

Miris, Nasib Mantan Pejuang Melawan DI/TII Mengkhawatirkan

Cianjur, liputan12.com – Diusia senjanya mantan seorang pejuang kemerdekaan melawan DI/TII, hidupnya kini sangat memperihatinkan. Pada tahun 1958 ia bergabung dengan TNI dalam organisasi pertahanan rakyat (OPR), di bawah Kodam III Siliwangi bersama Kopral Arifin untuk mengusir para antek-antek gerombolan pemberontak yang bersembunyi di hutan wilayah Cidaun dan Naringgul, Cianjur selatan.

Ya, adalah abah Dadan (70), warga Kampung Pasir Kelewih RT 01/10, Desa wanasari, Kecamatan Naringgul, Cianjur selatan, Jawa Barat. Melihat kondisinya saat ini, kehidupannya sangat memperihatinkan luput dari perhatian pemerintah. Padahal kenyataannya sangatlah mengkhawatirkan dan sehari-harinya pun hanya sebagai kuli serabutan dengan penghasilannya tidak menetap.

Menurut informasi, abah Dadan tinggal di rumah berukuran 4 x 5 meter, dengan kondisi genting sudah pada bocor, dinding biliknya pun sudah pada bolong. Sehingga kalau turun hujan tak heran bah Dadan kedinginan. Mirisnya lagi gubuk reyod berukuran 4 x 5 meter itu, berdiri diatas tanah milik orang lain, yang sifatnya pinjam sementara.

Saat ditemui awak media bah Dadan mengatakan, meskipun tinggal di rumah tidak layak huni, ia tetap bangga sebagai anak bangsa yang sudah berjuang membantu kemerdekaan NKRI dari antek-antek penjajah yang ingin merong-rong keutuhan Negara kita tercinta ini.

“Anak abah semuanya ada 8 orang, empat orang sudah berumah tangga dan empat lagi masih ikut sama abah digubuk reyod ini. Istri abah meninggal sejak beberapa tahun lalu, jadi yang mengurus anak-anak sampai dewasa abah sendiri,” kata bah Dadan, Selasa (20/10).

Sedikit bercerita, bah Dadan mengaku sangat terkesan waktu terlibat menjadi OKD dan OPR. Yang paling mengharukan, saat beristirahat bersama pasukan TNI dibawah Komando Kopral Arifin, tiba-tiba gerombolan DI/TII datang hendak menyerang, abah pun bersama pak Kopral dan yang lainnya langsung mengarahkan Karaben Jepang laras panjang ke arah musuh. Dan terjadilah baku tembak, abah pun sembat berkelahi hingga musuh pun kocar-kacir ke arah hutan.

” Para pemberontak yang dikenal sadis terhadap warga, tapi keinginannya tidak dikasih bisa membunuh, makanya abah tumpas bersama pasukan TNI beserta OKD dan OPR yang dipimpin Kopral Arifin, mungkin kalau masih ada sekarang bapak Arifin pangkatnya sudah jenderal,” tuturnya.

Dulu pernah punya surat tugas, lanjut bah Dadan, mungkin kalau Sekarang bisa disebut SK tapi hilang. Seingatnya waktu itu disimpan di lemari tapi dicari- cari enggak ketemu.

” Sebelum pak Kopral Arifin pindah tugas, pernah bilang kalau mau masuk mendaftar jadi TNI sebetulnya abah bisa. Karena punya surat tugas dan bilangnya surat ini jangan hilang nanti kalau sudah tua bisa diajukan, tapi pas dibutuhkan dicari-cari malah engak ketemu. Tapi alhamdulillah kalau bantuan untuk orang jompo sudah dapat serta bantuan pemasangan listrik gratis, cuma untuk bantuan rutilahu belum dapat. Ya, mudah-mudahan abah punya rumah yang layak seperti orang lain,” harapnya.

Sementara itu Dodo Ketua RW menjelaskan, kalau untuk bantuan rumah layak huni sebenarnya sudah diajukan ke pihak pemerintah desa tapi belum ada tindak lanjutnya hingga sekarang.

“Pernah waktu itu dari pemerintah desa ada yang poto-poto dan menanyakan berapa ukuranya tapi sampai sekarang belum juga turun bantuan untuk rehab rumah bah Dadan,” katanya.

Dodo menambahkan, bulan-bulan ini bersama warga sekitar rencananya mau bahu membahu swadaya membangun rumah bah Dadan.

“Tapi sayang, lokasi tanah yang sekarang ditempatinya milik orang lain dan sama orangnya mau dipakai, terpaksa rencananya akan dipindahkan ketempat lain kebetulan ada warga yang mengijinkan dan memberi pinjaman tanah untuk ditempati bah DadanĀ  beserta anaknya,” tambahnya.

Ia berharap, selaku ketua RW semoga bah Dadan segera mendapatkan bantuan untuk pembangunan rutilahu.

“Kasihanlah, kondisi bah Dadan sekarang sering sakit-sakitan juga, mungkin ya karena faktor usia juga,” tandasnya.

0Shares

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright@2020 liputan12.com