Press "Enter" to skip to content

Kapolres Cianjur Ungkap Peredaran Narkoba Di Aksi Buruh

Cianjur, liputan12.com – Kamis (15/10) Kapolres Cianjur menggelar konfrensi pers terkait adanya penunggang aksi massa penolakan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPRD Kabupaten Cianjur. Dalam konfrensi pers tersebut disampaikan adanya penunggang aksi yang mengedarkan narkoba jenis ganja dan obat penenang jenis pil reklona.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai mengatakan, hal itu terungkap ketika jajaran kepolisian melakukan penangkapan terhadap seorang pendemo berinisial AU yang diamankan karena diketahui membawa pil ekstasi untuk dijual kepada para pendemo lainnya.

“Saat aksi massa berlabgsung, jajaran kepolisian juga berhasil mengamankan tersangka lainnya yang berinisial JA dan IF kepergok membawa narkoba jenis ganja,” kata Rifai saat konfrensi pers berlangsung.

Setelah dilakukan pengembangan, lanjut Kapolres, anggota kami langsung menggeledah kediaman IF di Kecamatan Pacet, alhasil diduga IF ini merupakan bandar narkoba jenis ganja.

“Dari hasil penggeledahan di rumah IF, ditemukan 4 bungkus kertas warna coklat berisi ganja kering dalam lemari plastik di kamar rumahnya,” ungkapnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari ketiga tersangka ini, ganja kering milik JA seberat 25.83 gram, 600 butir Riklona milik AU dan ganja kering milik IF seberat 117.08 gram.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 14 ayat (1) Jo pasal 111 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 62 UU RI No. 05 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman 5 tahun sampai 12 tahun penjara.

0Shares

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright 2020 liputan12.com