Press "Enter" to skip to content

Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 dilaksanakan Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

 

Selly Nurdinah ketua KPU Kab. Cianjur

Cianjur,liputan12.com,- Tahapan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah saat pelaksanaan kampanye.Cianjur( senin 12.20)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Selly Nurdinah” mencegah berkumpulnya orang dalam jumlah banyak saat pelaksanaan pilkada yang digelar di masa pandemi Covid-19.

Kampanye Pemilihan Serentak Lanjutan dalam kondisi bencana nonalam Covid-19 dapat dilaksanakan dengan metode:
a. Pertemuan terbatas, b. Pertemuan tatap muka dan dialog melalui media sosial dan media daring atau bila tidak dapat dilakukan dgn media sosial dan daring dapat dilakukan secara langsung di dalam ruangan, gedung dengan pembatasan peserta jumlah paling banyak 50 orang dan jaga jarak paling kurang satu meter antar peserta Kampanye, peserta yang hadir wajib memakai masker dan wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid 19
c. Debat publik/ debat terbuka antar Pasangan Calon yang diselenggarakan secara langsung di didalam studio Lembaga Penyiaran Publik atau Swasta atau di tempat lainnya yang disiarkan secara langsung dan hanya dihadiri oleh Pasangan Calon, empat org tim kampanye, Bawaslu, dan KPU, dan wajib mematuhi protokol Covid 19
d. Penyebaran bahan Kampanye kepada umum baik yg difasilitasi/dicetak oleh KPU maupun yg dicetak mandiri oleh masing-masing Paslon sesuai ketentuan;
e. pemasangan Alat Peraga Kampanye baik yang difasilitasi/cetak oleh KPU maupun yg dicetak secara mandiri oleh masing-masing Paslon sesuai dengan ketentuan;
f. Penayangan Iklan Kampanye di media massa cetak, elektronik, Media Sosial, maupun Media Daring selama 14 hari sebelum dimulainya masa tenang

” Atau kegiatan lain yang tidak melanggar larangan kampanye dan ketentuan peraturan perundang undangan
terkait sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dlm pelaksanaan metode kampanye berdasarkan Pasal 88D Peraturan KPU Nomor 13 tahun 2020 ttg Perubahan Kedua atas PKPU No. 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana nonalam Covid-19 ” sebagai berikut :

Dalam hal terdapat pihak yang melanggar kewajiban protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Bawaslu sesuai tingkatannya memberikan peringatan secara tertulis pada saat terjadinya pelanggaran kepada pihak yang bersangkutan agar mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19; bila masih tidak melaksanakan peringatan tertulis Bawaslu maka Bawaslu melakukan penghentian dan pembubaran kegiatan Kampanye di tempat terjadinya pelanggaran dlm waktu satu jam sejak diterbitkan peringgatan tertulis, dan atau larangan melakukan metode Kampanye yg dilanggar selama tiga hari berdasarkan rekomendasi Bawaslu sesuai dengan tingkatannya”tutur Selly nurdinah

Bawaslu kabupaten cianjur usep agus Zawari penyeulenggaran pemilihan serentak di tengah pademi tentu perlu di perketat dalam penerapan protokol kesehatan hal ini tidak muncul nya klaster pemilihan yang kerap di kahawatir kan banyak orang,

sejumlah aturan sudah di siap kan tinggal
mekanisme penangaanan pelangaran khusus pelanggarn protokol covid 19 bersama sama akan kita ceugah ,bawaslu akan tindak jika ada yang masih melanggar “tegas nya

(Umen Sulaeman)

0Shares

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright@2020 liputan12.com