Press "Enter" to skip to content

Kedua Kalinya Warga Desa Mulyasari Lakukan Audensi Terkai Izin Galian Pasir C

CIANJUR, Liputan12.com – Warga Pasir Suren Desa Mulyasari Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur menindaklanjuti hasil audensi pada haru Jumat tanggal 28 Agustus 2020 lalu di Kantor Desa Mulyasari terkait adanya pertambangan galian pasir di kawasan Desa Setempat yang belum memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang masih beroperasi. Audensi tersebut turut menghadirkan Camat Cilaku, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Muyasari dan unsur masyarakat lainya, Jum’at (11/9/202).

“Kali ini kami selaku perwakilan warga Mulyasari Kembali melakukan audensi ke kantor Kecamatan Cilaku, untuk menindaklanjuti audensi 28 Agustus lalu ke Pemerintah Desa Mulyasari.

“Dari awal saat kita sudah membuat surat kesepakatan bersama kepala Desa saat audensi yang diadakan di desa Mulyasari, bahwa perusaha galian itu tidak boleh beroperasi sebelum mengantongi Izin Usaha Pertambangan dari dinas terkait,” ungkap Lukman (35) salahsatu perwakilan warga Mulyasari.

Lannjutnya mengatakan, sebagai warga Mulyasari dan perwakilan dari masyarakat semoga penegak hukum untuk menindak tegas pihak perusahan tambang pasir yang sudah melanggar kesepakatan bersama yang diketahui Kapolsek Kecamatan dan kepala desa.

“Kami mohon dengan sangat pada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti dan diproses secara hukum pihak tambang pasir galian itu karena sudah melanggar dari kesepakatan yang disepakati bersama,”tandasnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Desa Mulyasari Dewi Susanti menuturkan, adanya audensi terkait permasalahan antara masyarakat dan perusahaan tambang pasir C di wilayah Desa Mulyasari pada tanggal 28 Agustus 2020 pemerintah Desa Mulyasari Sudah memfasilitasi warga untuk melakukan audensi tersebut.

“Saya di sini bertindak sebagai kepala desa dan saya sudah memfasilitasi di Desa sendiri untuk mediasi dan belum menemukan titik hasil akhirnya saya serahkan kepada pihak kecamatan,

dan saya sebagai kepala desa hanya menjalankan tugas dan tidak ada keterikatan pada perusahaan itu,”ucapnya.

Menurutnya, perusahaan tambang pasir tersebut sudah berjalan lama, dan pada tahun 2016 sampai 2017 tidak beroperasi, namun saat ini perusahan tersebut kembali beroperasi. Terkait permasalahan Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan tersebut sudah habis masa berlakunya dan belum diperbarui.

“perusahaan ini sudah berjalan lama dan berhenti beroperasi pada tahun 2016 karena masalah izinnya belum diperbarui, namun perusahaan ini masih tetap beroperasi.

“Hasil dari audensi tersebut dari pihak Kecamatan Cilaku sudah mengklarifikasi terkait IUP Galian C tersebut Harus segera memperbarui Izinnya, dan hasil kesepakatan bersama perusahaan Tambang galian C tersebut untuk sementara ditutup dan tidak boleh beroperasi,” tutupnya.(Ace)

0Shares

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright@2020 liputan12.com