Press "Enter" to skip to content

Lansia 72 Tahun Tinggal Di Gubuk Reyot

Cianjur, liputqn12.com,-Demi bertahan hidup emak Aab (72) warga Kampung Peteuycondong RT 001/009 Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, rela menjadi pemulung padi bekas panen di sawah milik orang lain, atau istilah trendnya dalam bahasa sunda ‘ngeprik mulung pare urut ngagebug’.

Mirisnya lagi perempuan lansia ini, tinggal di sebuah gubuk reyot yang nyaris ambruk.

Kendati keadaannya sudah sangat mengkhawatirkan, mak Aab mengaku belum mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

“Emak mah tiasa emam teh kengeng hasil ngeprik tina jarami pare di sawah batur. (emak bisa makan dari hasil ngeprik jerami padi di sawah orang lain),” ungkap mak Aab serasa menetes air matanya, saat ditemui Selasa (25/08).

Terpisah Kepala Desa Songgom A. Suryati pun mengakui, bahwa rumah mak Aab salah seorang jompo di wilayahnya itu memang sudah tidak layak huni dan membutuhkan bantuan.

“Kemarin kita bersama bhabinkamtibmas dan babinsa melihat langsung kondisi rumah nenek jompo tersebut,”Ujarnya.

Diainggung mengenai keadaan salah seorang warganya seperti itu, Kades Songgom mengatakan saat ini kita tengah berusaha supata dapat membangunnya.

“Mundah-mudahan ada rizkinya, Insyaallah pasti akan kita bangun, tapi harus besabar karena harus menunggu anggaran dulu,” ujarnya.

Terakhir A. Suryati mengharapkan adanya donatur yang membantu pembangunan rumah mak Aab, karena kalau tidak segera dibantu dikhawatirkan akan roboh.

“Ya, kalau memang ada donatur saya sangat bersyukur sekali, karena kasihan mak Aab,” harapnya.

(Sandy)

0Shares

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

copyright@2020 liputan12.com